Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi operasional, modernisasi teknologi, dan daya saing di kancah global, PT Sukuntex telah berpartisipasi pada kegiatan studi banding ke dua perusahaan pemintalan benang (spinning mill) terkemuka di Vietnam pada 10–13 Juni 2026. Mill Exchange Program 2026 ini diselenggarakan oleh Cotton Council International (CCI) dan diikuti oleh 26 delegasi dari 15 perusahaan tekstil besar Indonesia, termasuk perwakilan dari PT Sukuntex. Kegiatan tersebut dirancang agar industri tekstil nasional untuk mempelajari inovasi teknologi, otomatisasi mesin, serta standar pengelolaan pabrik modern yang diterapkan di Vietnam.
Fokus utama dari studi banding ini adalah menganalisis operasional dua pabrik pemintalan modern yang dinilai berhasil melakukan optimalisasi produksi. Pabrik pertama yang dikunjungi adalah PT. Phu Bai Spinning Mills di Hue. Berdiri sejak tahun 2003 dengan dukungan 800 tenaga kerja, pabrik ini mengoperasikan 82.800 spindle untuk memproduksi benang 100% Cotton Combed & Carded (Ne 10s–80s). Menggunakan kombinasi bahan baku yang didominasi oleh kapas USA (50%) serta permesinan modern lansiran 2020 seperti Trutzschler dan Rieter, pabrik ini unggul dalam kebersihan fasilitas berlantai epoxy, penggunaan pencahayaan LED, serta pengawasan mutu (quality control) ketat menggunakan teknologi Uster dan Mesdan.
Pabrik kedua adalah PT. Phu Hoang Spinning Mills yang berlokasi di Dong Nai. Meskipun baru berdiri pada tahun 2019, pabrik berkapasitas 39.168 spindle dengan 350 tenaga kerja ini memiliki keunggulan tinggi pada efisiensi kerja yang mencapai rasio luar biasa, yaitu 8,93 orang per 1.000 spindle. Dengan komposisi produksi 80?nang Carded dan 20% Combed (Ne 20s–80s), pabrik ini mengandalkan mesin tahun 2018 dari Rieter, Hicorp, dan Savio, serta mengoptimalkan alat kerja pendukung modern seperti sapu elektrik untuk menunjang efisiensi operasional harian.
Kunjungan ini juga memberikan gambaran pada persaingan global, di mana industri tekstil Vietnam kini tumbuh pesat hingga menempati posisi ke-2 di Asia dengan porsi konsumsi kapas sebesar 36%. Poin penting yang bisa diadaptasi pada perusahaan meliputi krusialnya pemilihan bahan baku berkualitas, efisiensi operasional berbasis otomatisasi, serta kedisiplinan dalam menjaga kebersihan lingkungan pabrik. Kombinasi faktor tersebut, ditambah dengan kreativitas pekerja, menjadi kunci utama bagi PT Sukuntex untuk mempertahankan stabilitas kualitas dan keunggulan kompetitif di pasar masa depan.